Sesuai janji di laman website saya maka berikut adalah maksud yang tersirat dari pesan tersebut. Sebelum melanjutkan pada detil sumbangan saya hendak mengajak anda untuk melihat lebih dekat kenapa saya berniat melakukan ini.
Semuanya berawal ketika saya menyaksikan beberapa tokoh terkenal yang merelakan sebagian hartanya disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan. Sebut saja Bill Gates yang hingga kini sudah menghabiskan puluhan juta Dollar untuk membantu berbagai yayasan didunia, legenda F1 Michael Schumacher, mendiang Marco Simoncelli, Valentino Rossi dan masih banyak lagi.
Jika anda berpikir bahwa mereka mau menyumbang karena posisi mereka sudah mapan secara finansial bisa jadi sebuah alasan yang dapat diterima.
Namun, jika anda pernah menyaksikan acara Talk Show (kemungkinan dalam acara Kick Andy) maka anda akan mengerti kenapa saya juga ikut tergugah untuk melakukan hal yang sama. Para tokoh dermawan di acara Kick Andy ini merupakan orang biasa yang tidak bergelimang harta. Mereka memulainya begitu saja. Mereka merangkul orang orang soleh yang peduli akan sesama lewat jejaring sosial hingga akhirnya banyak donatur dari kalangan pengusaha ikut ambil bagian dibelakang layar. Tokoh dermawan dalam acara ini tidak sendiri; ada sekitar empat tokoh yang bergerak dibidang yang sama dengan cara yang berbeda.
Salah satu celotehan mereka yang membuat saya merinding adalah ungkapan "Jika kita menunggu kaya baru nyumbang maka kita tidak akan pernah nyumbang." Mereka faham betul bahwa menjadi kaya sangatlah susah, namun untuk memulai menyumbang bisa dilakukan saat ini juga.
Kini, dengan terbitnya buku pertama saya yang berjudul Mendulang Uang dan Karir Di Dunia Butler saya hendak mengikuti jejak mereka. Tentu dengan cara saya.
Jadi begini, setiap penjualan buku atau kaos yang saya kumpulkan melalui website ini (termasuk jejaring sosial) akan saya sisihkan 5,000 Rupiah untuk sumbangan tetap ke berbagai yayasan maupun individu yang sedang membutuhkan uluran tangan kita. Separo dari nominal tersebut merupakan sumbangan dari anda yang membeli produk saya dan separonya dari saya sendiri. Artinya, jika anda membeli sebuah buku dengan harga 55,000 maka sejatinya hanya 52,500 yang masuk ke rekening saya pribadi. Kemudian 2,500 untuk donasi. Ketika kita tiba diakhir bulan maka seluruh uang yang terkumpul (2,500 dikalikan jumlah pembeli) akan saya imbangi dengan nominal yang sama dari keuntungan penjualan produk ini.
Contoh:
Jika saya bisa menjual 100 eksemplar bulan ini maka sama saja artinya saya mengumpulkan 250,000 dari anda (100 x 2,500 = 250,000). Secara otomatis saya juga akan menambahkan jumlah yang sama sehingga kita memiliki 500,000 untuk disumbangkan ke yayasan tertentu.
Siapa saja yang berhak mendapatkan sumbangan ini?
Ada banyak sekali yayasan kemanusiaan yang tumbuh saat ini. Ada Yayasan Sayangi Bali yang khusus membantu bayi bayi terlantar, Komunitas Taman Hati di Facebook yang selalu sukses membuat hati saya selalu tergugah untuk secepatnya memberikan bantuan, ada banyak individu lain yang sering dimuat di koran yang juga membutuhkan welas asih kita. Singkatnya, ada banyak sekali pos pos penyaluran untuk dana kita yang terkumpul.
Besarnya sumbangan akan saya batasi dengan dua pertimbangan; pertama jumlah dana yang terkumpul dan yang ke dua dengan memikirkan keberlangsungan sumbangan untuk bulan berikutnya. Target saya adalah untuk mencapai sebanyak mungkin yayasan yang memerlukan bantuan. Walaupun jumlah sumbangan kecil namun merata kesemua yayasan.
Saya akan sediakan template yang bisa dengan mudah saya dokumentasikan sehingga para donatur (anda) sekalian bisa mengikuti perkembangan kemanusiaan kita melalui Facebook (yang belum 'like' Facebook saya silahkan kunjungi Page kami di Butler Hectic).
Jadi dengan membeli baik buku maupun kaos di laman swesen.com maka anda tidak hanya mendapatkan ilmu tentang butler namun juga sudah mengubah diri anda menjadi seorang dermawan. Inilah maksud judul diatas.
Terimkasih atas partisipasinya dan saya doakan agar anda sekalian diberikan rejeki dan kesehatan yang melimpah.
No comments:
Post a Comment